Juniper Management Ethernet

Apabila kalian membaca postingan ini, saya harap sudah mengerti konsep dasar Routing dan Switching. Juniper Networks merupakan brand ternama asal Amerika Serikat yang memproduksi perangkat-perangkat networking termasuk switch dan router. Namun kalau belum pun tidak apa-apa, silahkan dilanjut. Pada postingan kali ini saya mau membahas terkait konfigurasi switchnya dan fokus ke konsep Juniper Management Ethernet.

Juniper Management Ethernet itu bisa dibilang fitur yang membolehkan kita mengalokasikan IP static secara fleksibel agar bisa diakses dalam sebuah jaringan LAN. Sebagai contoh ketika saya sedang melakukan setting sebuah Juniper secara console, diwaktu yang bersamaan seorang rekan saya yang berada di ruangan lain ingin me-remote Juniper tersebut, maka ngga perlu repot-repot tarik kabel untuk console. Caranya, cukup gunakan fitur Management Ethernet saja maka si Juniper bisa diakses siapapun, asalkan masih berada didalam satu jaringan dan tau username dan passwordnya hahaha.

Bagi yang belum paham, console adalah istilah yang saya gunakan ketika kita hendak melakukan konfigurasi suatu perangkat secara offline. Caranya dengan memasang sebuah kabel converter khusus pada perangkatnya, yang nantinya dicolok ke laptop/PC lewat port USB untuk bisa login ke perangkat itu. Remote adalah istilah yang saya gunakan ketika kita hendak melakukan konfigurasi suatu perangkat secara online. Caranya cukup dengan memasukkan IP si perangkat saja.

Contoh kasus pada jaringan suatu perusahaan, memiliki segment IP 192.168.1.0/24. Konsep dasar routing, tentu agar IP tersebut bisa berkomunikasi (ping satu sama lain) harus memiliki subnet yang sama. Dalam contoh kasus ini IP yang bisa digunakan oleh jaringan kantor adalah 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254. Maka perangkat Juniper ini supaya bisa di remote harus dipasang salah satu dari range IP tersebut.

Langkah pertama yaitu dengan console, login dengan username dan password perangkatnya, kemudian masuk menu configure dengan command berikut:

Last login: Sun Jan 4 23:54:13 1970 from 192.168.1.76
--- JUNOS 15.1X53-D55.5 Kernel 32-bit JNPR-11.0-20161226.342161_build
{master:1}
arya@SW-EX4300>configure

Langkah kedua, input command dibawah ini:

{master:1}[edit]
arya@SW-EX4300# set interfaces me0 unit 0 family inet address 192.168.1.83/24

dengan input tersebut kita akan memberikan IP kedalam interface me0 (Management Ethernet). Coba perhatikan IP yang saya masukkan dengan IP yang saya pakai untuk login. Masih berada dalam satu segmen kan?

Langkah ketiga, kita tambahkan static route. Fungsi dari static route ini adalah untuk mengarahkan packet ke suatu gateway biar ngga nyasar kemana-mana. Karena segmen IP kantor adalah 192.168.1.0/24, maka gateway nya adalah 192.168.1.1. Settingnya seperti ini:

{master:1}[edit]
arya@SW-EX4300# set routing-options static route 0.0.0.0/0 next-hop 192.168.1.1

Tapi ingat, di Juniper kita harus lakukan commit agar perubahan konfigurasi bisa diterapkan. Enaknya di Juniper kalau kita lupa commit dan mau exit pasti selalu diingetin, jadi ngga ada ceritanya lupa di commit. Caranya cukup input “commit” tanpa tanda kutip lalu enter.

Kalau sudah disetting, sekarang tinggal kita tarik kabel UTP (atau bahasa gaulnya: kabel LAN) dari Switch Local kita menuju port MGMT Switch Juniper ini. Port MGMT biasanya ada disamping port Console (CON). Sekarang Indikator MGMT sudah menyala, berarti seluruh PC/Laptop/Handphone yang terkoneksi dalam satu network sudah bisa mengakses si Juniper ini.

Demikian sedikit ilmu yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *